Faktor yang mempengaruhi dan yang menjadi lingkup pengembangan dan pembangunan simpeg pada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Simpeg pada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Soppeng adalah Sistem Informasi terpadu berbasis teknologi infirmasi, yang meliputi pendataan pegawai, pengolahan data, prosedur, tata kerja, sumber daya manusia dan teknologi informasi untuk menghasilkan informasi yang cepat, lengkap dan akurat dalam rangka mendukung administrasi kepegawaian lingkup Pemerintah Kabupaten Soppeng. Sistem informasi ini bertujuan untuk:

  1. Untuk mendukung Sistem Manajemen   yang rasional dan pengembangan SDM
  2. Mewujudkan data kepegawaian yang mutakhir dan terintegrasi.
  3. Menyediakan Informasi yang akurat untuk keperluan perencanaan, pengembangan, kesejahteraan dan pengendalian
  4. Membantu Kelancaran pekerjaan di bidang kepegawaian, terutama dalam pembuatan laporan.

Pembangunan Simpeg pada Badan Kepegawaian dan Diklat daerah sendiri diharapkan dapat mengganti pengelolaan data pegawai yang masih bersifat manual menjadi pengelolaan data elektronik yang tentu saja dapat mempermudah pengelolaan data kepegewaian dengan manfaat antara lain :

  • Pelacakan informasi data seseorang pegawai akan mudah dan cepat.
  • Pembuatan Laporan dapat mudah dikerjakan.
  • Mengetahui Pegawai yang akan naik pangkat dan yang akan mendapat kenaikan gaji berkala
  • Memudahkan suatu pekerjaan yang berhubungan dengan kepegawaian
  • Mendapatkan informasi tentang keadaan pegawai (Profil Kepegawaian) yang cepat dan akurat
  • Dapat merencanakan penyebaran (mutasi) pegawai sesuai pendidikan dan kompetensinya
  • Merencanakan Kebutuhan Pegawai

PENGEMBANGAN SIMPEG

Sistim Informasi Kepegawaian Daerah (SIMPEG) sebenarnya telah dimiliki BKD kabupaten Soppeng sejak Tahun 2006, akan tetapi beberapa faktor yang menyebabkan tujuan dan manfaat dari Simpeg tidak tercapai antara lain:

  1. Faktor Manusia (People)

Pengelolaan data base awal serta perubahan data pegawai yang sangat cepat (mutasi, kepangkatan dan NIP) tidak mampu disesuaikan akibat data awal sendiri yang belum selesai. Itu disebabkan karena kurangnya tenaga pengentri data yang digunakan. Tenaga pengentri yang digunakan adalah staf (PNS) yang juga memiliki tugas dan fungsi lain sehingga tidak focus dalam pengentrian data.

Mengantisipasi hal tersebut BKD Soppeng mempegunakan tenaga outsourcing sehingga pengelolaan data dapat terselesaiakan secara cepat.

  1. Faktor Organisasi (Organization)

Faktor organisasi sangat berperan dalam pengembangan Simpeg Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah. Terhambatnya pengelolaan Simpeg pada tahun 2007 akibat faktor tenaga semestinya telah mendapat solusi cepat oleh pimpinan organisasi (kepala BKD Soppeng). Akan tetapi kurangnya kepercayaan terhadap simpeg yang digarap, menjadikan kecilnya harapan untuk penggunaan system informasi tersebut secapatnya.

Hal-hal yang harus diperhatinkan organisasi :

  • Tenaga kerja
  • Anggaran unutk pengembangan Aplikasi
  • Pengaturan schedule pengerjaan
  1. Faktor Teknologi (Technology)

— System jaringan

Teknologi menjadi salah satu faktor dalam penegmbangan Simpeg pada BKD Soppeng. Simpeg idealnya dibuat dalam bentuk system jaringan berbasis server dengan pengimputan data pada beberapa client dan lebih baik lagi apabila mampu dikembangkan secara online.

Pada BKD Soppeng Simpeg dibuat dalam system jaringan offline dengan komputer server sebagai pusat data dan beberapa computer klien untuk pengirim data ke server. System jaringan ini baru digunakan setelah tahun 2010.

— Aplikasi

Ketersediaan aplikasi yang gampang digunakan serta menghasilkan output yang diharapkan juga menjadi faktor utama keberhasilan pengembangan SIMPEG. Keluaran data yang diharapkan pada pengoptimalan SIMPEG adalah :

  • Buku Induk pegawai (saat ini masih berharap kepada kiriman data SKPD)
  • Informasi formasi PNS serta penataan PNS.
  • Pengolaan absensi yang langsung mengena kepada hukuman disiplin pegawai yang merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.
  • Informasi pengurusan pensiun, cuti, Karpeg dan Taspen.
  • Informasi berupa data riwayat hidup PNS.

Keluaran data diatas harus menyesuaikan pula terhadap format yang oleh aturan – aturan yang diterbitkan oleh pemerintah pusat sehingga aplikasi yang digunakan harus mampu menyesuaikan diri dengan aturan baru yang berlaku.

KESIMPULAN

Faktor yang mempengaruhi dan yang menjadi lingkup pengembangan dan pembangunan simpeg pada Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah adalah:

  • Sumber Daya Manusia pelaksana
  • Organisasi dan dukungan manajemen
  • Sistem informasi dan aplikasi
  • Sarana komputer dan penunjang
  • Sarana komunikasi
  • Pembiayaan.

Berita Lainnya

Berita Terbaru