Manajemen Sumber Daya Manusia
Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

Oleh. Drs. Idris, M.Si

idrissamp

DEFINISI MANAJEMEN SDM

Menurut Sofiyandi (2008), manajemen sumber daya manusia didefinisikan sebagai suatu strategi dalam menerapkan fungsi-fungsi manajemen, yaitu planning, organizing, leading, and controlling, dalam setiap aktivitas/fungsi operasional sumber daya manusia mulai dari proses penarikan, seleksi, pelatihan dan pengembangan, penempatan yang meliputi promosi, demosi dan transfer, penilaian kinerja, pemberian kompensasi, hubungan industrial, hingga pemutusan hubungan kerja, yang ditunjukkan bagi peningkatan kontribusi produktif dari sumber daya manusia organisasi terhadap pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektif dan efisien. Tujuan dari manajemen sumber daya manusia adalah sebagai penyeimbang tantangan-tantangan yang dihadapi oleh organisasi yang meliputi fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia, masyarakat, dan karyawan yang dipengaruhi oleh tantangan-tantangan tersebut. Kegagalan dalam menetapkan tujuan dapat membahayakan kinerja perusahaan, tingkat laba, dan bahkan kelangsungan hidup organisasi.

Sementara, manajemen sumber daya manusia  menurut Dessler (2015:4) adalah :

“Proses untuk memperoleh, melatih, menilai dan mengompensasi pegawai, dan untuk mengurus relasi tenaga kerja mereka, kesehatan dan keselamatan mereka, serta hal-hal yang berhubungan dengan keadilan”.

Dari dua definisi di atas apabila disandingkan dengan manajemen sumber daya manusia menurut Mangkunegara (2001:2) yang mendefinisikan manajemen sumber daya manusia “sebagai pengelolaan dan pendayagunaan individu secara maksimal dalam dunia kerja untuk mencapai tujuan organisasi”. Maka dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah aktivitas/atau fungsi operasional sumber daya manusia mulai dari proses penarikan, seleksi, pelatihan dan pengembangan, penempatan, penilaian kinerja, pemberian kompensasi, hingga pemutusan hubungan kerja, dengan harapan peningkatan kontribusi produktif sumber daya manusia organisasi terhadap pencapaian tujuan organisasi secara lebih efektif dan efisien.

1. Fungsi Sumber Daya Manusia

Sirait (2006:4) mengelompokkan manajemen sumber daya manusia dalam dua fungsi yaitu :

  • Fungsi-fungsi manajemen
  1. Perencanaan
  2. Pengorganisasian
  3. Pengarahan
  • Fungsi-fungsi operasional
  1. Perolehan pegawai
  2. Pengembangan pegawai
  3. Pemberian imbalan pada pegawai
  4. Pengintegrasian pegawai dalam lingkungan kerja
  5. Pemeliharaan pegawai
  6. Pemutusan hubungan kerja.

Pengelompokan tersebut menurut Sirait (2006) harus dilakukan agar sasaran-sasaran yang diinginkan oleh pegawai sebagai individu dapat dicapai dengan baik, demikian pula sasaran yang diinginkan oleh organisasi dan masyarakat dapat diselesaikan dengan cukup memuaskan.

Dalam pelaksanaan fungsi di atas, menarik apabila melihat pendapat Joshi (2013) tentang peranan manajemen dalam melaksanakan fungsi tersebut. Menurutnya, manajemen sumber daya manusia mengacu pada kegiatan bagian/departemen yang bertanggung jawab untuk tujuan personal organisasi/perusahaan. Kepala departemen ini bertanggung jawab untuk membangun dan menerapkan strategi untuk sumber daya manusia organisasi. Anggota staf dari departemen ini bertanggung jawab untuk memberikan bimbingan dan bantuan kepada manajemen dan karyawan dalam organisasi/perusahaan. Artinya, adalah tugas mereka untuk mengelola sumber daya dalam organisasi. Mereka melakukannya dengan mengakuisisi, mempertahankan dan mengembangkan sumber daya manusia organisasi. Kebijakan bagian/departemen sumber daya manusia mempengaruhi seluruh tenaga kerja dalam organisasi atau perusahaan. Oleh karena itu, mereka memiliki tanggung jawan untuk menjaga kepentingan semua manajemen serta karyawan lainnya.

2. Tujuan Sumber Daya Manusia

Tujuan manajemen sumber daya manusia menurut Sedarmayanti (2007:13) secara umum untuk :

“Memastikan bahwa organisasi mampu mencapai keberhasilan melalui orang dan menjadi sumber kapabilitas organisasi yang memungkinkan perusahaan atau organisasi dapat belajar dan mempergunakan kesempatan untuk peluang baru”.

Selanjutnya, lebih lanjut Sedarmayanti (2007:13-14) membagi tujuan khusus manajemen sumber daya manusia sebagai berikut :

  • Memungkinkan organisasi mendapatkan dan mempertahankan pegawai cakap, dapat dipercaya dan memiliki motivasi tinggi
  • Meningkatkan dan memperbaiki kapasitas yang melekat pada manusia kontribusi, kemampuan, dan kecakapan mereka
  • Mengembangkan sistem kerja dengan kinerja yang tinggi
  • Mengembangkan praktik manajemen dengan komitmen tinggi yang menyadari bahwa pegawai adalah pihak terkait dalam organisasi bernilai membantu mengembangkan iklim kerja sama atau kepercayaan mereka.
  • Menciptakan iklim di mana hubungan produktif dan harmonis dapat dipertahankan melalui asosiasi antara manajemen dan pegawai
  • Mengembangkan lingkungan, di mana kerjasama tim dan fleksibilitas dapat berkembang
  • Membantu organisasi menyeimbangkan dan mengadaptasikan kebutuhan pihak terkait
  • Memastikan bahwa orang dinilai dan dihargai berdasarkan apa yang mereka lakukan dan yang mereka capai
  • Mengelola pegawai yang beragam, memperhitungkan perbedaan individu dan kelompok dalam kebutuhan penempatan, gaya kerja dan aspirasi
  • Memastikan bahwa kesamaan kesempatan tersedia untuk semua
  • Mengadopsi pendekatan etis untuk mengelola pegawai yang didasarkan pada perhatian untuk pegawai, keadilan dan transportasi
  • Mempertahankan dan memperbaiki kesejahteraan fisik dan mental pegawai.

Berbeda dengan Sofiandi (2008) yang mengelompokkan organisasi dalam empat tujuan yaitu :

  • Tujuan Organisasional

Ditunjukkan untuk dapat mengenali keberadaan sumber daya manusia dalam memberikan kontribusi pada pencapaian efektivitas organisasi. Walaupun secara formal suatu departemen sumber daya manusia diciptakan untuk dapat membantu para manajer, namun demikian para manajer tetap bertanggung jawab terhadap kinerja karyawannya. Keberadaan departemen sumber daya manusia adalah untuk membantu para manajer dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi, dan membantu menangani hal-hal yang berhubungan dengan sumber daya manusia.

  • Tujuan Fungsional

Ditunjukkan untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia menjadi tidak berharga jika manajemen sumber daya manusia memiliki kriteria yang lebih rendah dari tingkat kebutuhan organisasi.

  • Tujuan Sosial

Ditunjukkan untuk merespon terhadap kebutuhan­-kebutuhan dan tantangan-tantangan masyarakat melalui tindakan sehingga meminimalisasi dampak negatif terhadap organisasi.

  • Tujuan Personal

Ditunjukkan untuk membantu karyawan dalam pencapaian tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi. Tujuan personal karyawan harus dipertimbangkan jika para karyawan harus dipertahankan, dipensiunkan, atau dimotivasi.

Berita Lainnya

Berita Terbaru